MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut
Davidson dan Warsham (dalam Isjoni, 2011: 28), “Pembelajaran kooperatif adalah
model pembelajaran yang mengelompokkan siswa untuk tujuan menciptakan
pendekatan pembelajaran yang berefektifitas yang mengintegrasikan keterampilan
sosial yang bermuatan akademik”.
Slavin
(dalam Isjoni, 2011: 15) menyatakan bahwa “pembelajaran kooperatif adalah suatu
model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja sama dalam
kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6
orang dengan struktur kelompok heterogen”. Jadi dalam model pembelajaran
kooperatif ini, siswa bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan suatu
permasalahan. Dengan begitu siswa akan bertanggung jawab atas belajarnya
sendiri dan berusaha menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang diberikan pada mereka.
Berdasarkan
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah
model pembelajaran yang mengutamakan pembentukan kelompok yang bertujuan untuk
menciptakan pendekatan pembelajaran yang efektif.
B. Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif
Tujuan
model pembelajaran kooperatif menurut Widyantini (2006: 4) adalah “hasil
belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman
dari temannya serta pengembangan keterampilan sosial”.
Johnson
& Johnson (dalam Trianto, 2010: 57) menyatakan bahwa tujuan pokok belajar
kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi
akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Louisell
dan Descamps (dalam Trianto, 2010: 57) juga menambahkan, karena siswa bekerja
dalam suatu tim, maka dengan sendirinya dapat dapat memperbaiki hubungan
diantara para siswa dari latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan
keterampilan-keterampilan proses dan pemecahan masalah.
Jadi inti
dari tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi
siswa, memfasilitasi siswa, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk
berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa lainnya.
C. Prinsip Dasar Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut
Nur (dalam Widyantini, 2006: 4), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif
sebagai berikut:
1. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala
sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya dan berpikir bahwa semua anggota
kelompok memiliki tujuan yang sama.
2. Dalam kelompok terdapat pembagian tugas secara merata
dan dilakukan evaluasi setelahnya.
3. Saling membagi kepemimpinan antar anggota kelompok
untuk belajar bersama selama pembelajaran.
4. Setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas semua
pekerjaan kelompok.
D. Ciri-ciri pembelajaran Kooperatif
Ciri-ciri model
pembelajaran kooperatif menurut Nur (dalam Widyantini, 2006: 4) sebagai
berikut:
1. Siswa dalam kelompok bekerja sama menyelesaikan materi
belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
2. Kelompok dibentuk secara heterogen (kemampuan tinggi,
sedang dan rendah).
3. Jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya,
suku, jenis kelamin yang berbeda-beda.
4. Penghargaan lebih diberikan kepada kelompok, bukan
kepada individu.
Pada
model pembelajaran kooperatif memang ditonjolkan pada diskusi dan kerjasama
dalam kelompok. Kelompok dibentuk secara heterogen sehingga siswa dapat
berkomunikasi, saling berbagi ilmu, saling menyampaikan pendapat, dan saling
menghargai pendapat teman sekelompoknya.
E.
MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Ada beberapa macam model pembelajaran kooperatif diantaranya:
1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
Dalam
pembelajaran ini, guru mengajukan pertanyaan atau isu dan meminta setiap siswa
memikirkan jawaban atau penjelasannya. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk
berpasangan dan mendiskusikan jawaban atau penjelasan tadi. Pasangan siswa
akhirnya diminta menyampaikan kepada seluruh siswa secara klasikal hal yang
telah didiskusikan dalam pasangan mereka.
2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Dalam
pembelajaran ini, berbagai materi disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan
setiap siswa dalam kelompok bertanggung jawab mempelajari satu porsi materi. Anggota
tim yang berbeda dan memiliki materi sama berkumpul membentuk tim ahli untuk
belajar dan saling membantu mempelajari materi tersebut. Mereka lalu kembali
kekelompok awal dan menjelaskan sesuatu yang telah mereka pelajari dalam
pertemuan tim ahli.
3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team
Achievement Divisions
Pembelajaran
ini adalah pembelajaran kooperatif yang mengelompokkan siswa dalam tim
pembelajaran. Guru mempresentasikan pembelajaran dan siswa dalam tim bekerja
untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim menuntaskan atau menguasai pelajaran
itu. Seluruh siswa dikenai tugas individual dan mereka tidak boleh lagi saling
membantu dalam menyelesaikan tugas tersebut.
4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok
Dalam pembelajaran
ini, siswa dikelompokkan secara heterogen, tapi bisa juga dikelompokkan
berdasarkan pertemanan atau kesamaan minat tentang topik tertentu. Kelompok
siswa kemudian memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang
mendalam atas topik yang dipilih itu. Selanjutnya menyiapkan laporan dan
mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.
5. Model Pembelajaran Kooperatif Langsung
Guru mengajar
selangkah demi selangkah untuk meningkatkan pengetahuan prosedural dan faktual
siswa. Pembelajaran ini diterapkan dengan demonstrasi atau penjelasan yang
dilakukan oleh guru dan dilanjutkan dengan kerja siswa terbimbing. Selanjutnya,
umpan balik diberikan sebelum memberi siswa tugas yang diperluas.
6. Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Masalah
Pembelajaran
didahului dengan mengajukan permasalahan kepada siswa, kemudian mereka
diarahkan untuk melakukan penelitian kelompok. Guru membantu kelompok
mendapatkan informasi yang tepat dan menata laporan hasil penelitian untuk
disampaikan kepada seluruh kelas. Terakhir, siswa dipandu untuk melakukan
refleksi, analisis, dan evaluasi proses dan hasil penelitian siswa.
7. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game
Tournament
Dalam
pembelajaran ini, kinerja siswa tidak dinilai dengan kuis individual, tetapi
dengan turnamen perbaikan akademik. Siswa mewakili timnya berlomba dengan
anggota tim lain yang setara kinerja akademiknya berdasarkan hasil penelitian
yang lalu. Siswa dari seluruh tingkat kinerja pada tiap kelompok mempunyai
peluang yang sama untuk menyumbang poin bagi timnya jika mereka berbuat yang
terbaik.
8. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Heads
Together
Dalam
pembelajaran ini, lebih banyak siswa dilibatkan dalam menelaah materi
pelajaran. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor yang berbeda. Guru
mengajukan pertanyaan dan siswa dalam kelompok kemudian menyatukan kepala dan
memastikan bahwa setiap anggota kelompok mengetahui jawaban pertanyaan.
Selanjutnya guru memanggil nomor tertentu dan dari semua siswa bernomor sama
dari tiap kelompok yang mengangkat tangan, dipilih beberapa untuk menjawab
kepada seluruh kelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar