Minggu, 16 Desember 2012

Model Pembelajaran Kooperatif



MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

A.    Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Davidson dan Warsham (dalam Isjoni, 2011: 28), “Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengelompokkan siswa untuk tujuan menciptakan pendekatan pembelajaran yang berefektifitas yang mengintegrasikan keterampilan sosial yang bermuatan akademik”.


Slavin (dalam Isjoni, 2011: 15) menyatakan bahwa “pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen”. Jadi dalam model pembelajaran kooperatif ini, siswa bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dengan begitu siswa akan bertanggung jawab atas belajarnya sendiri dan berusaha menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada mereka.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan pembentukan kelompok yang bertujuan untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang efektif. 

B.     Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif
Tujuan model pembelajaran kooperatif menurut Widyantini (2006: 4) adalah “hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya serta pengembangan keterampilan sosial”.

Johnson & Johnson (dalam Trianto, 2010: 57) menyatakan bahwa tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Louisell dan Descamps (dalam Trianto, 2010: 57) juga menambahkan, karena siswa bekerja dalam suatu tim, maka dengan sendirinya dapat dapat memperbaiki hubungan diantara para siswa dari latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan keterampilan-keterampilan proses dan pemecahan masalah.

Jadi inti dari tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa lainnya.

C.     Prinsip Dasar Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Nur (dalam Widyantini, 2006: 4), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
1.      Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya dan berpikir bahwa semua anggota kelompok memiliki tujuan yang sama.
2.     Dalam kelompok terdapat pembagian tugas secara merata dan dilakukan evaluasi setelahnya.
3.     Saling membagi kepemimpinan antar anggota kelompok untuk belajar bersama selama pembelajaran.
4.     Setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas semua pekerjaan kelompok.

D.    Ciri-ciri pembelajaran Kooperatif
Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif menurut Nur (dalam Widyantini, 2006: 4) sebagai berikut:
1.      Siswa dalam kelompok bekerja sama menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
2.     Kelompok dibentuk secara heterogen (kemampuan tinggi, sedang dan rendah).
3.     Jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda.
4.     Penghargaan lebih diberikan kepada kelompok, bukan kepada individu.
Pada model pembelajaran kooperatif memang ditonjolkan pada diskusi dan kerjasama dalam kelompok. Kelompok dibentuk secara heterogen sehingga siswa dapat berkomunikasi, saling berbagi ilmu, saling menyampaikan pendapat, dan saling menghargai pendapat teman sekelompoknya.
E.   MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Ada beberapa macam model pembelajaran kooperatif diantaranya:
1.      Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
Dalam pembelajaran ini, guru mengajukan pertanyaan atau isu dan meminta setiap siswa memikirkan jawaban atau penjelasannya. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk berpasangan dan mendiskusikan jawaban atau penjelasan tadi. Pasangan siswa akhirnya diminta menyampaikan kepada seluruh siswa secara klasikal hal yang telah didiskusikan dalam pasangan mereka.
2.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Dalam pembelajaran ini, berbagai materi disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa dalam kelompok bertanggung jawab mempelajari satu porsi materi. Anggota tim yang berbeda dan memiliki materi sama berkumpul membentuk tim ahli untuk belajar dan saling membantu mempelajari materi tersebut. Mereka lalu kembali kekelompok awal dan menjelaskan sesuatu yang telah mereka pelajari dalam pertemuan tim ahli.
3.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions
Pembelajaran ini adalah pembelajaran kooperatif yang mengelompokkan siswa dalam tim pembelajaran. Guru mempresentasikan pembelajaran dan siswa dalam tim bekerja untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim menuntaskan atau menguasai pelajaran itu. Seluruh siswa dikenai tugas individual dan mereka tidak boleh lagi saling membantu dalam menyelesaikan tugas tersebut.
4.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok
Dalam pembelajaran ini, siswa dikelompokkan secara heterogen, tapi bisa juga dikelompokkan berdasarkan pertemanan atau kesamaan minat tentang topik tertentu. Kelompok siswa kemudian memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih itu. Selanjutnya menyiapkan laporan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.
5.     Model Pembelajaran Kooperatif Langsung
Guru mengajar selangkah demi selangkah untuk meningkatkan pengetahuan prosedural dan faktual siswa. Pembelajaran ini diterapkan dengan demonstrasi atau penjelasan yang dilakukan oleh guru dan dilanjutkan dengan kerja siswa terbimbing. Selanjutnya, umpan balik diberikan sebelum memberi siswa tugas yang diperluas.
6.     Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Masalah
Pembelajaran didahului dengan mengajukan permasalahan kepada siswa, kemudian mereka diarahkan untuk melakukan penelitian kelompok. Guru membantu kelompok mendapatkan informasi yang tepat dan menata laporan hasil penelitian untuk disampaikan kepada seluruh kelas. Terakhir, siswa dipandu untuk melakukan refleksi, analisis, dan evaluasi proses dan hasil penelitian siswa.
7.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament
Dalam pembelajaran ini, kinerja siswa tidak dinilai dengan kuis individual, tetapi dengan turnamen perbaikan akademik. Siswa mewakili timnya berlomba dengan anggota tim lain yang setara kinerja akademiknya berdasarkan hasil penelitian yang lalu. Siswa dari seluruh tingkat kinerja pada tiap kelompok mempunyai peluang yang sama untuk menyumbang poin bagi timnya jika mereka berbuat yang terbaik.
8.     Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Heads Together
Dalam pembelajaran ini, lebih banyak siswa dilibatkan dalam menelaah materi pelajaran. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor yang berbeda. Guru mengajukan pertanyaan dan siswa dalam kelompok kemudian menyatukan kepala dan memastikan bahwa setiap anggota kelompok mengetahui jawaban pertanyaan. Selanjutnya guru memanggil nomor tertentu dan dari semua siswa bernomor sama dari tiap kelompok yang mengangkat tangan, dipilih beberapa untuk menjawab kepada seluruh kelas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar